Header Ads

Ga ada film hollywood lagi? WTF

movie poster1 copy

Jujur pas denger, baca, liat, nonton berita ini gue kaget. gimana ga kaget film produksi luar ga bakal di puter di indonesia. absurd banget negeri ini urusan duit pasti. gue ambil dari detik beritanya :

Jakarta - Kabar mengejutkan datang dari bisnis perfilman di Indonesia. Industri film terbesar di dunia, Hollywood memutuskan untuk berhenti mengedarkan produksi film mereka di Indonesia.
Artinya tidak akan ada lagi film asing yang diputar di bioskop-bioskop Indonesia. Hal tersebut dikatakan Juru Bicara 21 Cineplex Noorca Masardi saat berbincang dengan detikhot via ponselnya, Jumat (18/2/2011) malam.
Menurut Noorca aksi mereka dilatarbelakangi kebijakan pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Bea Cukai yang memberlakukan beban bea masuk atas hak distribusi film impor. Ini artinya, pemerintah menambah beban biaya film asing yang ingin masuk ke Indonesia.
"Tindakan mereka menentang kebijakan baru dari Dirjen Bea Cukai yang membebankan bea masuk atas hak distribusi film impor. Karena menurut mereka itu adalah itu sesuatu tidak lazim dan tidak pernah ada di industri film manapun di dunia," kata Noorca.
Noorca menjelaskan secara mudah, sebelumnya ada 3 ketentuan produsen film asing yang ingin menayangkan filmnya di bioskop Indonesia.
Pertama, mereka harus membayar bea masuk barang berupa copy pita film ke Indonesia. Pajaknya berupa PPh dan PPn sebesar 23,75 persen dari nilai barang.
"Setelah ditayangkan di bioskop, mereka harus membayar PPh (Pajak Penghasilan) dari keuntungan eksploitasi film mereka yang diputar di Indonesia," lanjutnya.
Ketiga, produsen film tersebut juga ada beban pajak tontotan terhadap Pemerintah Kota atau Kabupaten. Besarnya 10 sampai 15 persen dari keuntungan penjualan tiket.
"Itu wajar. Sekarang yang tidak wajar adalah pemerintah membebankan pajak baru berupa bea masuk atas hak distribusi yang besarnya sama, 23,75 persen atas nilai barang. Ini tidak ada di negara mana pun," jelasnya.
Maka itu, selama pihak Dirjen Bea Cukai tetap memberlakukan pajak tersebut, Hollywood tidak akan mengedarkan produksi filmnya di Indonesia. "Ini akan selama-lamanya, selama pihak Dirjen Pajak tidak lunak," papar Noorca.
Keputusan Hollywood tidak lagi mengirimkan produksi filmnya mulai Kamis (17/2/2011) kemarin. Sedangkan film yang sudah terlanjur diputar, akan ditarik dari peredaran. (ebi/ebi)

 

kalo gue mau ngutip ada satu yang membuat gue kesel yaitu : yang tidak wajar adalah pemerintah membebankan pajak baru berupa bea masuk atas hak distribusi yang besarnya sama, 23,75 persen atas nilai barang. Ini tidak ada di negara mana pun. SANGAT ABSURD

kalo kata joko anwar

1. Mo share permasalahan pelem nasional kita tercinta.
2. Pemasukan dari tiket dipotong pajak tontonan (besarnya beda2 tiap daerah. Ada yg 30% kalo nggak salah).
3. Bagian buat produser yg 50% itu masih dipotong 'Pajak Royalti' 10%. Di akhir tahun kalo untung kena pph.
4. Dan, krn di sini gak ada distributor film lokal, artinya produser harus masarin filmnya sendiri, biaya promo juga ditanggung produser.
5. Jadi paling, 1 penonton, duit yg masuk ke produser hanya Rp. 6000.
6. Jadi kalau modal bikin film 6 Milyar, harus dapet 1 juta penonton baru balik modal.
7. Sementara itu, penonton film nggak banyak. Dan dari beberapa tahun lalu penonton film lokal semakin turun.
8. Kenapa penonton film lokal turun? Ya salah satunya pada kapok krn di bioskop lokal banyak film sampah.
9. Kenapa banyak film sampah di bioskop? Pertama krn gak ada sistem distributor. Tinggal syut tetek, tambah genderuwo, tayangin di bioskop.
10. Kedua, SDM filmmaker yg berbakat kurang, Bo. Krn sekolah film cuman 1. (Oke 2 deh).
11. Kalo pemerintah mau memajukan film lokal, ya bikin solusi atas permasalahan yg ada, duoong..
12. Kenapa gue harus 'hore!' gak ada film impor di bioskop? Kalo bioskop tutup gue mau tayangin film di mana? Di Monas?
13. Tapi jangan salah. Film nggak harus 'mendidik', punya 'pesan moral'. Menghibur doang juga so what asal bikinnya bener.
14. Hollywood jago bikin film yg cuman menghibur. Tapi bikinnya bener. 'Scream' film horor dan banyak tetek. Tapi bikinnya bener.
15. Dengan adanya film yg 'komersil', film yg lebih nyeni juga bisa hidup krn ada subsidi silang. Akhirnya penonton punya pilihan.
16. Jadi jgn buru2 ngejek Hollywood. Mereka jagonya bikin industri film yg sustainable. Adongdong..
17. Filmnya Peter Jackson di awal-awal, ttg zombie. Dikasih dana sama pemerintah New Zealand. Krn mereka dukung filmmaker berbakat.
19. Di sini jangankan kasih dana, bawa film sendiri untuk diputer ke festival dunia bawa nama bangsa aja ribet.
20. Dan mana ada pemerintah me-recognize filmmaker berbakat di sini, kecuali elo bikin film yg sarat 'pesan moral' adongdong.
21. Masyarakat pikirannya sempit? Ya salah satunya krn film-film kita gak membuka pikiran. Malah bikin tambah sempit.
22. Produser film lokal yg punya niat baik bikin film bener jg kapok bikin film lg. Udahlah pajaknya tinggi, SDM kurang, penontonnya dikit.
23. Ya gitu deh. Gue mau yoga dulu biar jago kayang.

pokoknya yang gue harepi itu semua kembali normal semua bisa nonton produksi luuar seperti biasanya
 

1 komentar:

  1. gelak banget deh ni problem. maksudnya pemerintah mau cari untung, tapi yakin deh ntar bakal rugi sendiri :)

    BalasHapus

Terima kasih udah memberi komentar :D

Diberdayakan oleh Blogger.